Selamat Datang di Open Journal System (OJS)

Universitas Medan Area.

Hukum

Daftar Journal Fakultas Hukum Universitas Medan Area

Jurnal

Order by : Name | Date | Hits [ Ascendant ]

Pulse Code Modulation (PCM) dan Multiplexer Berbasis Komponen Dasar Elektronika Pulse Code Modulation (PCM) dan Multiplexer Berbasis Komponen Dasar Elektronika

Date added: 02/04/2012
Date modified: 03/14/2013
Filesize: Empty
Downloads: 0

Pulse Code Modulation (PCM) dan Multiplexer Berbasis Komponen Dasar Elektronika


Arfanda Anugerah Siregar

 

Abstrak
Beberapa sinyal analog dapat ditransmisikan secara bersama-sama ke tempat tujuannya masing-masing melalui satu jalur komunikasidengan mengubahnya ke bentuk digital menggunakan perangkat modulator PCM (Pulse Code Modulation), kemudian tiap-tiap kanal digabungkan dengan menggunakan perangkat yang disebut multiplexer. Penelitian ini bertujuan membuat PCM dan multiplexer menggunakan komponen dasar elektronika, yang dapat dimanfaatkan untuk penggabungan dua sinyal PCM dengan satu keluaran. Berdasar hasil penelitian, rangkaian PCM dan multiplexer yang dibuat berhasil memodulasi sinyal analog menjadi bentuk digital untuk 2 buah kanal, namun amplitudo keluaran sinyal analog yang masuk dengan yang keluar rangkaian mengalami perbedaan amplitudo.

Kata Kunci : PCM, Multiplexer, Komponen Dasar

 

 

Perancangan Pengumpul Metadata OAI-PMH Terdistribusi Perancangan Pengumpul Metadata OAI-PMH Terdistribusi

Date added: 02/04/2012
Date modified: 03/14/2013
Filesize: Empty
Downloads: 0

Perancangan Pengumpul Metadata OAI-PMH Terdistribusi


Dani Gunawan

 

Abstrak
Penyeragaman penggunaan metadata dengan mengikuti kaidah OAI-PMH (Open Archives Initiative Protocol for Metadata Harvesting) dapat mempermudah proses pembacaan data digital oleh mesin sekaligus mengatasi masalah perbedaan penggunaan jenis metadata. Hal utama yang ingin dicapai adalah menghasilkan rancangan pengumpul metadata OAI-PMH terdistribusi. Hasil rancangan pengumpul metadata terdistribusi telah memenuhi beberapa aspek untuk sebuah sistem agar dikatakan terdistribusi yaitu pengguna dan sumber daya, transparansi, keterbukaan dan skalabilitas. Perolehan metadata dapat ditingkatkan dengan melakukan penambahan proses paralel.

Kata kunci. Metadata, OAI-PMH, pengumpul terdistribusi

Perancangan Kontrol Temperatur Ruangan Menggunakan Heater Berbasis Mikrokontroller AT89S51 Perancangan Kontrol Temperatur Ruangan Menggunakan Heater Berbasis Mikrokontroller AT89S51

Date added: 02/04/2012
Date modified: 03/14/2013
Filesize: Empty
Downloads: 0

Perancangan Kontrol Temperatur Ruangan Menggunakan Heater Berbasis Mikrokontroller AT89S51


Subakti

 

Abstrak

Suatu ruangan dengan menggunakan heater (pemanas) perlu dirancang suatu control tempratur yang bekerja secara otomatis. Pemberian panas pada ruangan tersebut harus sesuai dengan temperatur yang diisyaratkan, jika temperatur sudah berada pada temperatur yang diinginkan maka system kontrolnya dapat bekerja secara otomatis untuk  mematikan heater, namun apabila temperatur masih dibawah temperatur yang diinginkan maka system kontrol akan mempertahankan heater dalam keadaan kondisi hidup. Beberapa peralatan yang dipergunakan untuk sistem kontrol ruangan tersebut yaitu : (a) Mikrokontroler AT89S51 merupakan peralatan yang digunakan sebagai pengontrol atau pengendali semua cara kerja rangkaian sesuai dengan fungsi masing - masing. (b)Analog Digital Converter ( ADC ) merupakan peralatan yang berfungsi mengubah data analog menjadi data digital yang telah dideteksi oleh sensor. (c)Heater ( pemanas ) berfungsi menaikkan level suhu dengan cara menghasilkan udara panas pada ruangan tertentu. (d) Sensor suhu berfungsi sebagai pendeteksi level suhu didalam suatu ruangan, sehingga data yang dideteksi oleh sensor tersebut diakses untuk diproses oleh mikrokontroler. (e) Driver ( kemudi ) peralatan yang digunakan sebagai driver atau pengendali keaktifan dari heater dan kipas. (f) Kipas ( fan ) berfungsi untuk menurunkan level suhu dalam suatu ruangan dengan cara mengeluarkan udara panas dari dalam ruangan. (g) Buzzer merupakan peralatan yang berfungsi apabila heater sedang bekerja (hidup) maka, mikrokontroler akan menghidupkan beep (suara) untuk mengetahui heater sedang bekerja.

Perancangan dan Pembuatan Rangkaian Led Driver Melalui Interfacing Port Serial Perancangan dan Pembuatan Rangkaian Led Driver Melalui Interfacing Port Serial

Date added: 02/04/2012
Date modified: 03/14/2013
Filesize: Empty
Downloads: 0

Perancangan dan Pembuatan Rangkaian Led Driver Melalui Interfacing Port Serial

 

Meidi Wani Lestari dan Ummul Khair

 

 

Abstrak
Penggunaan komputer di bidang kendali sudah lama kita ketahui. Komputer dapat digunakan sebagai cash register, mesin timbangan otomatis, pengendali alat musik, pengendali alat-alat elektronik dan lain lain sebagainya. Agar komputer dapat melaksanakan itu semua perlu adanya tatap muka (interfacing) antara komputer dengan alat yang akan dikendalikan. Kebanyakan pemrogram dalam melakukan pengontrolan dengan komputer menggunakan interfacing Port Paralel, ini dikarenakan penggunaan Port Paralel relatif lebih mudah dibanding Port Serial. Padahal kalau kita tinjau dari keuntungan penggunaan Port Serial dibanding Port Paralel, tentu interfacing Port Serial ini dapat digunakan sebagai pengontrolan peralatan elektronik.

Kata Kunci : Interface, MSComm, UART, Port Serial

Pengaruh Pelapisan Alumunium Secara Hot Dipping Terhadap Laju Korosi Baja Karbon Di Dalam 3% Larutan Nacl dan Perbandingannya Dengan Pelapisan Seng Pengaruh Pelapisan Alumunium Secara Hot Dipping Terhadap Laju Korosi Baja Karbon Di Dalam 3% Larutan Nacl dan Perbandingannya Dengan Pelapisan Seng

Date added: 02/04/2012
Date modified: 03/14/2013
Filesize: Empty
Downloads: 0

Pengaruh Pelapisan Alumunium Secara Hot Dipping Terhadap Laju Korosi Baja Karbon Di Dalam 3% Larutan Nacl dan Perbandingannya Dengan Pelapisan Seng


Budhi Santri Kusuma

 

ABSTRAK
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Laju korosi material baja karbon yang tidak dilapisi, (2) Laju korosi material baja karbon yang telah dilapisi Alumunium secara hot  dipping di dalam 3% larutan NaCl, (3) Laju korosi material baja karbon yang telah dilapisi dengan Seng secara hot  dipping di dalam 3% larutan NaCl, dan (4) Memperoleh perbandingan laju korosi material baja karbon yang telah dilapisi Alumunium  dengan baja karbon  yang telah dilapisi Seng.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Spesimen logam yang akan dilindungi berbentuk Sheet tipe AISI 1010 dengan dimensi panjang  30 mm, lebar  20 mm dan tebal  1 mm dengan jumlah spesimen 5 buah / perlakuan. Spesimen dilapisi  dengan Al cair dan Zn cair secara hot dipping. Pengujian korosi dilakukan dengan cara mencelupkan spesimen ke dalam 3% larutan NaCl. Volume larutan NaCl yang digunakan 40 cm3 untuk tiap cm2 luas spesimen tercelup sesuai standard ASTM G71-81, ”Sandard Guide for Conducting and Evaluating Galvanic Corrosion Tests in Electrolytes”. Pencelupan dilakukan selama 30 hari (720 jam) dalam bejana terisolasi yang berisi 3% larutan NaCl pada suhu ruang dan tekanan 1 atm.
Dari hasil pengujian eksperimen yang telah dilakukan didapatkan laju korosi untuk masing-masing spesimen. Parameter yang dibandingkan adalah laju korosinya untuk setiap spesimen.  Untuk 5 buah spesimen baja AISI 1010 yang tidak dilapisi rata-rata laju korosi 0,3039 mm/tahun. Untuk 5 buah spesimen baja AISI 1010 yang dilapisi Seng rata-rata laju korosi 0,1924 mm/tahun. Untuk 5 buah spesimen baja AISI 1010 yang dilapisi Alumunium rata-rata laju korosinya 0,1061 mm/tahun.Dari nilai rata-rata laju korosi tersebut dapat diketahui pelapisan logam Seng dan Alumunium berpengaruh terhadap laju korosi. Spesimen yang tidak dilapisi mempunyai laju korosi yang tinggi sehingga lebih cepat terkorosi apabila dibandingkan dengan spesimen yang dilindungi dengan pelapisan Seng dan pelapisan Alumunium. Pelapisan Seng dapat menghambat 36,6748 % laju korosi apabila dibandingkan dengan spesimen yang tidak dilapisi, dan pelapisan Alumunium dapat menghambat 65,0855 % laju korosi apabila dibandingkan dengan spesimen yang tidak dilapisi. Pelapisan Alumunium dapat menghambat laju korosi 44,8648 % dibandingkan dengan pelapisan Seng.